Saat membuka halaman baru, mata biasanya mencari dua hal: identitas layanan dan tombol yang menjelaskan tindakan berikutnya. Karena itu, bagian atas situs sebaiknya dibaca sebelum menggulir terlalu jauh. Perhatikan apakah menu menampilkan nama halaman yang sedang dibuka, bukan sekadar deretan istilah singkat yang sulit dibedakan.

Di ponsel, jari lebih mudah mencapai tombol yang memiliki ruang cukup luas. Tautan yang terlalu rapat sering menyebabkan salah sentuh, terutama ketika layar sedang digunakan dengan satu tangan. Cobalah mengenali posisi beranda, daftar artikel, dan pusat bantuan terlebih dahulu. Tiga titik ini dapat menjadi penanda apabila perjalanan membaca mulai terasa berputar-putar.

Dari beranda menuju tujuan

Menu tidak harus berisi banyak pilihan agar bermanfaat. Justru kumpulan opsi yang ringkas memudahkan kita memahami hubungan antara satu halaman dan halaman lainnya. Jika sebuah tautan membuka kategori, pastikan judul kategori sesuai dengan informasi yang muncul sehingga tidak perlu kembali berulang kali.

Ada baiknya membedakan menu internal dari tautan menuju layanan utama. Artikel dan panduan biasanya tetap berada di lingkungan bacaan, sedangkan tombol tindakan dapat membuka alamat lain. Membaca label tombol dengan teliti membantu menjaga ekspektasi sebelum berpindah dari satu halaman ke halaman berikutnya.

Hal yang layak dicoba

  • Cari nama halaman aktif pada menu atas.
  • Gunakan tautan kategori untuk menelusuri beberapa bacaan yang sejenis.
  • Periksa alamat tujuan ketika hendak meninggalkan halaman artikel.

Navigasi yang enak dipakai tidak menuntut hafalan. Susunan menu yang konsisten sudah cukup menjadi peta sederhana.